Satu alur dari instrumen sampai keputusan manusia
Implementasi Tahap 0 MyDGeoInvest, dengan dukungan AI, memperlihatkan satu alur yang utuh:
BROWSE INSTRUMENT → HOLDING / FAVORITE → WATCHLIST → ANALYZE → MONITOR → EVENT / TRIGGER → NOTIFY → REVIEW → HUMAN DECISION
Sistem tidak berhenti pada tampilan harga, chart, atau satu jawaban AI. Instrumen yang menjadi perhatian user dimasukkan ke monitoring, dianalisis menggunakan data dan source yang relevan, lalu perkembangan berikutnya dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.
Ketika terdapat perubahan atau event material, user mendapatkan awareness melalui trigger dan notification. Hasil akhirnya tetap menjadi bahan bagi manusia untuk menentukan tindakan.
Mulai dari instrumen, bukan dari perencanaan keuangan
MyDGeoInvest berbeda dari MyDGeoFinancial. MyDGeoFinancial dimulai dari kondisi keuangan user dan tujuan finansial. MyDGeoInvest dimulai dari instrumen investasi yang ingin dipahami atau dimonitor.
Portfolio / Holding
Instrumen yang benar-benar dimiliki user. Sistem membaca holding yang sudah ada, bukan membagi modal dari nol.
Favorite
Instrumen yang ingin diperhatikan atau dimonitor walaupun belum tentu dimiliki.
Watchlist
Workspace monitoring terpadu untuk Holding, Favorite, atau Both.
Tiga kategori instrumen Indonesia
Saham
IDX/BEI, Syariah/Konvensional, sector/industry, dan instrument-level monitoring.
Obligasi / Sukuk
Government/Corporate, Conventional/Sukuk, issuer, tenor, maturity, rating/quality sesuai ketersediaan.
Reksa Dana
Money Market, Fixed Income, Balanced, Equity, Syariah/Konvensional, fund manager, benchmark/underlying.
Crypto asset dan perdagangan berjangka/futures tidak masuk Tahap 0. Keduanya dapat menjadi future expansion karena source universe, market behavior, cadence, risk, dan monitoring pattern-nya berbeda.
Analisis bukan satu label BUY / SELL
MyDGeoInvest menyajikan structured investment view agar user dapat memahami kondisi dan dasar analisisnya.
Analisis mengikuti karakter kategori. Saham, Fixed Income, dan Fund tidak dipaksa membaca data dengan pola yang sama.
Manual, scheduled, dan event-triggered
Manual Run
User meminta analisis kapan saja. Sistem dapat membaca latest shared context dan melakukan fresh/delta search bila diperlukan.
Scheduled Run
Monitoring rutin mengikuti karakter instrumen. Saham baseline pagi dan sore pada hari bursa.
Event-Triggered Run
Analisis dapat dijalankan ketika Global Event cocok dengan instrumen dan trigger yang diaktifkan user.
Source ditemukan belum tentu menjadi evidence
MyDGeoInvest, dengan dukungan AI, membedakan source ditemukan, source layak digunakan, dan evidence yang benar-benar dipakai dalam Analysis Run.
AUTHORITATIVE / PRIMARY → OFFICIAL INSTRUMENT / PRODUCT → SUPPORTING CONTEXT → CREDIBLE OPEN DISCOVERY
Source resmi diprioritaskan untuk factual/structured claims. News dan public source membantu memberi konteks, tetapi tidak otomatis menggantikan disclosure atau data resmi.
Jika dua source memberikan data yang berbeda, sistem tidak memilih diam-diam. Source, waktu, dan perbedaannya tetap ditampilkan untuk review.
Bisa ditelusuri: “Analisis ini dasarnya apa?”
Instrument
→ User Relation / Holding Snapshot
→ Analysis Run
→ Analysis Context
→ Evidence Snapshot
→ Source
→ Analysis Contract / Source Contract
→ Model Execution
→ Analysis Result
→ Human Note / DecisionRun lama tidak ditimpa. Re-run menghasilkan history baru sehingga user dapat melihat apa yang diketahui sistem pada saat itu, source apa yang digunakan, serta apa yang berubah setelahnya.
Tidak setiap user mencari internet dari nol
MyDGeoInvest memiliki Global Intelligence / Global Watcher yang mengumpulkan perubahan pasar, disclosure, corporate event, news, macro/policy, sector context, geopolitics, dan informasi publik lain yang relevan.
COLLECT → DEDUP → ASSESS → EVENT REGISTRY → RELEVANCE MAP → USER MATCH
Shared intelligence dikumpulkan sekali secara global lalu digunakan oleh banyak user. Scheduled User Run memakai shared intelligence tersebut. Manual Run tetap dapat meminta fresh/delta search ketika user membutuhkan pembacaan terbaru.
User tidak perlu terus-menerus melihat layar
Trigger didefinisikan sistem berdasarkan kategori instrumen. User cukup mengaktifkan atau menonaktifkan trigger yang ingin dipakai.
Setiap trigger yang match selalu menghasilkan Notification Record. User dapat memilih apakah cukup diberi notifikasi atau sekaligus menjalankan Event-Triggered Analysis.
Channel yang disiapkan: In-App, Web Popup/Toast, Mobile Push, Email, dan WhatsApp.
Nilai dapat diperbarui otomatis, kepemilikan tetap dikonfirmasi user
Tahap 0 belum mengasumsikan integrasi langsung dengan broker. Jika user membeli atau menjual instrument di luar MyDGeoInvest, quantity/lot/unit/nominal diperbarui oleh user.
System kemudian membaca latest market/NAV/reference value untuk menghitung current position value, gain/loss, dan exposure terkait.
Market value = dihitung otomatis dari latest available reference value.
API, Web Admin, dan Web Member
Tahap 0 dibangun sebagai satu platform web-based dengan tiga surface utama.
API
Service layer untuk Web Member, Web Admin, queue/background process, scheduler, AI/source integration, notification, dan future mobile app.
Web Member
Dashboard, Instruments, Watchlist, Portfolio/Holding, Analysis, History, Trigger, Background Processes, Notification.
Web Admin
Master Data, Contracts, Source/Provider, Event/Evidence, Trigger Catalog, Scheduler, Background Processes, Notification configuration.
Proses panjang tetap terlihat
Manual Run, Scheduled Run, Event-Triggered Run, Global Intelligence collection, AI Search, multi-model analysis, dan notification dispatch berjalan melalui queue/background worker.
User tidak perlu menunggu browser sampai AI selesai bekerja. Setelah Run Manual ditekan, proses masuk queue, status berubah menjadi Processing, dan user dapat melihatnya melalui menu Background Processes.
RUN → QUEUED → PROCESSING → COMPLETED / PARTIAL / NEED REVIEW / FAILED
AI membaca. Manusia tetap memiliki authority.
AI membantu membaca data, source, public context, event, risiko, perubahan, dan menyusun analisis. Manusia memilih instrumen, holding/favorite, fokus analisis, trigger, serta tindakan setelah membaca hasil.
AI tidak menjalankan transaksi secara otomatis. Buy, hold, sell, ignore, watch, atau tidak melakukan tindakan tetap merupakan keputusan user.
Dari watchlist sampai event-triggered analysis
User memilih satu saham dari universe IDX dan menandainya sebagai Holding sekaligus Favorite. Sistem menyimpan latest confirmed holding, lalu Scheduled Run pagi membaca kondisi terbaru menggunakan shared Global Intelligence.
Siang hari, Global Watcher menemukan disclosure atau berita material yang relevan. Event dimasukkan ke Event Registry, dipetakan ke instrument tersebut, lalu trigger user cocok.
User menerima Web Notification. Karena action trigger diatur Notify + Analysis, Event-Triggered Run masuk ke background process. Setelah selesai, user dapat membuka hasil baru, melihat evidence yang mendasarinya, dan membandingkannya dengan run pagi.
Apa yang ingin dibuktikan
Tahap 0 bukan implementasi seluruh kemungkinan MyDGeoInvest. Tahap ini menunjukkan bahwa konsep utamanya dapat diwujudkan menjadi Functional Demo yang nyata:
instrument dipilih → holding/favorite dibentuk → analysis dijalankan → source & evidence ditelusuri → perubahan dimonitor → event memicu awareness → notification muncul → history tetap tersedia → manusia menentukan tindakan.
Belum menjadi fokus Tahap 0: auto trading, broker transaction sync, asset allocation/investment planning, native mobile app, crypto/futures, serta broker B2B portal.
Tahap 0 menjadi gambaran nyata untuk memulai pembicaraan dengan individual trader, user yang sudah familiar dengan AI trading, maupun calon partner broker.